Keributan
kembali terjadi. Tetapi ayah dengan Sayumi. Masih bersitegang karena
barang-barang Nozomi tidak juga dimasuki ke kamar. Sayumi mengusir Nozomi dari
kamar. Terpaksa, ayah menyuruh Nozomi tidur bersama ibu. Dan ayah sendiri,
tidur di luar.
Tidak
ada obrolan antara ibu dan Nozomi saat tidur berdua. Keduanya masih tidak habis
pikir dengan Sayumi yang keterlauan. Sifat dan karakter buruknya tidak didapat
dari ayah ibu. Ayah dan ibu mengira bahwa sifat diturunkan dari geng, berarti
bisa saja dari semisal kakek, nenek atau paman dan bibi.
Nozomi
memiliki bibi yang merupakan kakaknya ibu, karakternya persis seperti Sayumi,
tetapi Sayumi lebih parah. Ibu akhirnya membicarakan itu sebelum menjelang
tidur. Nozomi yang malas membicarakan keburukan orang, meminta ibu supaya tidak
perlu membahas hal buruk menjelang tidur. Namun permintaannya itu malah dibalas
jahil ibu. Nozomi dijahili kembali ibu, menggodai Nozomi yang telah kalah dari
Sayumi yang telah memiliki pacar.
Nozomi
pun memilih tidur dengan perasaan yang ‘baik-baik’ saja. Sebab ia tidak mau
terbawa perasaan mengenai Sayumi yang sudah pacar dan pacarnya itu orang yang
disuka Nozomi. Nozomi mengontrol otaknya supaya lebih fokus pada tawa ibu.
Tidur bersama ibu menjadi menyenangkan. Tersenyum, meski senyum itu hanya untuk
menipu diri supaya menerima kenyataan Yuto dan Sayumi.
>>>のぞみ<<<
Keesokannya,
senyum itu terus dibawanya. Senyum itu tidak akan dirusaknya. Ia pergi sekolah
pagi-pagi sekali, ia tidak mau matanya bertemu dengan mata sinis Sayumi. Headset di telinga yang terhubung dengan
mp3 yang dibawanya menambah suasana
hatinya menjadi lebih cerah, meski sekali lagi itu hanya untuk menipu
perasaannya. Semua lagu yang diputar adalah lagu barat dengan nuansa ceria
bahkan memancing siapa pun yang mendegarnya untuk berjoget.
Nozomi,
ia tipikal yang tidak bisa diam kalau mendengar musik. Untuk itu ia langsung
melepaskan suaranya begitu tiba di kelas. Bernyanyi adalah pilihannya dalam
pengalihan perasaannya. Kala sedih, ia akan memutar lagu semangat dan lagu
ceria. Sangat dihindarkan lagu cinta-cintaan meski itu lagu barat. Nozomi
memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik, jadi ia paham. Tetapi
menyanyi-nyanyi itu hanya dilakukannya di rumah, sebab ia masih begitu sangat
malu untuk memamerkan suaranya.
Sembari
menyapu, sesekali ia berjoget sesuai lagu yang dibawa, berlagak seolah-olah
seorang artis yang sedang di atas panggung. Kegiatan bersih-bersih kelas
seorang diri itu terasa begitu menyenangkan dirasainya.
Siapa
pun akan terkejut bila melihat sisi lain Nozomi itu. Nozomi sang pendiam bahkan
bisa dibilang ratu pendiam di kelas, ternyata memiliki kemampuan untuk
bernyanyi. Apes, saat lagu terganti otomatis, ia menangis karena terbawa
perasaan. Lagu itu tentang kisah cintanya. Tidak mau semakin terbawa suasana
hati, ia langsung menggantinya. Lagu rock. Saat tidak sengaja berjoget, ia
melihat seorang teman sekelas yang menganga melihatnya.
Morikawa
Aoi. Dia menjadi anak kedua yang datang ke kelas. Terlihat, tangannya membawa
sebuah gitar. Nozomi langsung bersikap normal setelah dipandang Morikawa. Malu.
Dimatikannya music di mp3nya. Lalu ia
bersikap biasa saja, menyapu.
Morikawa
tertawa melihat reaksi Nozomi yang ketahuan bersuara indah itu. Morikawa
mendekati Nozomi, merebut sapu itu, meminta Nozomi bernyanyi kembali. Tetapi
Nozomi menggeleng enggan, ia masih sangat malu. Morikawa mengangguk-angguk,
paham dengan malunya Nozomi.
Sebuah
ide muncul, Morikawa merebut sapu dari tangan Nozomi dan meletakkan sapu itu di
sudut ruangan. Saat banyak anak-anak sekelas baru datang, Morikawa menarik
tangan Nozomi setelah melempar tas ke bangkunya. Morikawa hanya membalas sapaan
teman-temannya yang menyapa, sekilas. Tangannya masih memegang gitar. Morikawa
hanya tersenyum saat ditanya teman-teman untuk apa ia membawa gitar.
“Kita
mau kemana?” tanya Nozomi saat Morikawa mengajaknya berjalan cepat ke atas.
“Bantu
aku!” begitu jawab Morikawa, membingungkan bagi Nozomi. Tetapi Nozomi tidak
lagi bertanya karena pensaran. Sampai mereka tiba di atap sekolah.
“Kenapa
kita di sini? Aku harus bantu apa untuk Aoi?”
“Ayo,
duduk!” Morikawa mengajaknya duduk. Nozomi mengikuti.
“Lalu?”
Nozomi sudah duduk.
“Ayo
bernyanyi, aku bawa gitar. Kamu malu kan?”
“Eh?”
“Aku
bisa liat kamu punya bakat yang terpendam! Tidak disangka, kamu sependiam ini
memiliki suara emas!” Morikawa terlihat antusias. “Kebetulan sekali, aku bawa
gitar!”
“Nah,
kamu kenapa bawa gitar?”
“Tadinya
mau ajak anak-anak sekelas nyanyi kalau bosen. Tapi, aku udah kepincut suaramu.
Ayo, bernyanyi. Kalau aku mendengarnya tidak apa kan? Kau hanya malu dengan
banyak orang kan?”
Nozomi
menurunkan pandangannya. Ia bernyanyi tadi bukan untuk kesenangan. Tapi untuk
mengalihkan perasaannya. Tentu tidak mungkin ia menerangkan demikian, itu
masalah pribadi. Melihat wajah Aoi kembali, Nozomi mencoba mengikuti senyum
itu. Kali ini ia tidak akan berpura-pura pada dirinya, ia akan bernyanyi,
melepas semuanya.
“Kamu
bisa mainkan gitar untuk lagu apa?” Nozomi bertanya dengan senyum yang tulus,
karena bersyukur Aoi telah tanpa sadar sedang menghiburnya.
“Kamu
bisa apa?”
Nozomi
mengangguk-angguk, ia lalu memasangkan headset
ke telinga Aoi. Sebuah lagu dari mp3 disetelnya. Itu lagi yang ceria. Aoi
menyanggupinya. Mulailah ia memainkan gitar.
Nozomi
malu-malu, memancing dirinya bernyanyi. Disingkirkanya pikirannya bahwa ia
sednag bersama orang selain orang rumah, yang ada di pikirannya adalah
bagaimana hatinya merasa bahagia kini. Ia bernyanyi, dan Aoi bermain gitar.
Begitu
seterusnya berganti-ganti lagu sampai Nozomi bisa menikmatinya dan Aoi juga
menikmati kehangatan ini. Baru sadar bahwa Nozomi si pendiam itu teman yang
menyenangkan.
Saat
bel masuk berbunyi, lagu dan gitar dihentikan. Mereka segera turun sambil
tersenyum dan tertawa. Mengetahui Aoi ini bisa nempel ke siapa pun, mudah dekat
dengan siapa pun, Nozomi meminta supaya Aoi jangan beritau dulu mengenai diri
Nozomi yang suka bernyanyi. Aoi pun menepati janji itu.
Waktu
itu, hati Nozomi sudah bisa mengenal rasa
senang meski ia masih bisa melihat Yuto di kelas. Kedekatan Nozomi dan Aoi
membuat anak-anak sekelas penasaran, termasuk Yuto yang mengetahui kemarin
Nozomi menangis.
>>>のぞみ<<<
Berawal
dari keisengan. Lama-lama bernyanyi dan bergitar bersama terus dilakukan Nozomi
dan Aoi setiap jam istirahat setelah sebelumnya mereka menikmati bekal mereka.
Teman-teman yang penasaran dengan mereka, ada yang mengikuti ke atas. Suara
Nozomi ketahuan. Nozomi pun ditagih bernyanyi di kelas karena mata-mata yang
penasaran dengan Nozomi dan Aoi yang selalu berdua itu menyebarkan tentang
suara merdu Nozomi.
Tetapi
Nozomi tidak pernah mau memperdengarkan suaranya. Ia malah sedang
mengkondisikan dirinya karena itu artinya Yuto akan mendengarnya. Sementara,
ingat Yuto maka ia perasaannya akan kelabu. Terlebih belakangan ini, ia dan
Sayumi sudah tidak lagi bicara sejak Nozomi tidur dengan ibu. Nozomi sudah
tidak lagi tau perkembangan kisah cinta Yuto dan Sayumi. Begitu juga Yuto yang
ternyata tidak lagi berbicara dengannya, seperti menjauhi.
Melihat
Nozomi yang tertekan itu, Aoi meminta supaya tidak memaksa Nozomi. Nozomi hanya
bisa bernyanyi bila bersama Aoi. Karena Nozomi pemalu akut, maka temanteman
sekelas yang mengikuti Nozomi dan Aoi tiap ke atap, hanya bisa mengintip seraya
merekam video kegiatan mereka. Aoi yang mengetahui itu, meminta untuk tidak
menyebarkannya karena Nozomi masih belum bisa siap terbuka perihal suara
emasnya. Akhirnya video itu hanya untuk kesenangan pemiliknya saja dan beberapa
temannya saja.
Ketika
Nozomi dan Aoi sedang dekat-dekatnya, Yuto dan Sayumi malah sedang menjalani
hubungan yang rumit sebagai orang yang berpacaran.
Sayumi
tidak pernah bercerita mengenai dirinya yang ternyata memang tidak sebaik
fisiknya. Ia malah mengatakan hal-hal buruk mengenai Nozomi. Membuat Yuto
semakin tidak senang, dan yakin bahwa hubungan adik kakak Nozomi dna Sayumi
memang tidak baik. Hubungan baik yang selama dikenal banyak anak-anak di
sekolah itu ternyata hanya tipuan. Tapi untuk apa? begitu pikir Yuto.
Merasa
tidak ada keterbukaan, belum lagi Nozomi juga tidak mau terbuka, Yuto
memutuskan untuk memutus hubungan dengan Sayumi. Meski tidak tega dengan
airmata Sayumi, tetapi kata-kata putus itu telah keluar. Yuto butuh
keterbukaan, tetapi yang didapatkan adalah keabu-abuan. Kecewa, pada Sayumi
sebagai sang pacar dan kecewa pada Nozomi yang merupakan kakak sang pacar yang
juga temannya.
Kabar
putus itu tidak pernah terungkap sampai Sayumi kedapatan jalan dengan anak
cowok lain. Barulah anak-anak di sekolah baru tau bahwa Yuto dan Sayumi sudah
putus. Para gadis gatal langsung berlomba merebut Yuto untuk menjadi pacar
mereka. Tetapi Yuto tidak bisa lekas membuka hati untuk gadis lain sampai ia
mendapat penjelasan atas hubungan Nozomi dan Sayumi. Parahnya, Yuto juga tidak
bisa mendekati Nozomi karena Nozomi selalu bersama Aoi dan selalu terlihat
ceria.
Hingga
sekolah mengadakan bunkasai,
kerjasama seluruh anak-anak di sekolah bahkan guru-guru sangat mendukung
berhasilnya bunkasai itu. Saat
menyiapkan bunkasai untuk kelas
masing-masing itulah, Yuto menemui Nozomi, berbasa-basi menanyai kabar sampai
menanyai Sayumi, lalu hubungan sebenarnya Nozomi dengan Sayumi.
Wajah
Nozomi langsung berubah dari biasa saja menjadi muram saat membahas Sayumi. Ia
langsung menghindar, berpura-pura misalnya ingin ke toilet atau mencari sesuatu
untuk bunkasai. Dugaan Yuto semakin
bula akan hubungan buruk kakak adik itu, bila melihat wajah muram Nozomi.
Dan
bunkasai berlangsung. Semua
pengunjung adalah para siswa-siswi dari sekolah lain yang diundang. Berbagai
pertunjukkan, lomba, dagangan, parody, drama, rumah hantu, band dan lainnya.
Anak-anak di kelas atas mulai membuang-buang kertas saat menonton pertunjukkan
lawak di lapangan tengah. Sampah berserakan.
Yuto
berada di lapangan menonton aksi lawakan yang sebenarnya telah memancing
senyumnya tetapi hatinya tetap resah.
Lalu ia merasa bosan, dan akan ke gedung sekolah. Saat para anak-anak di lantai
atas yang membuang-buang kertas-kertas yang sudah disobek itulah, Yuto
menemukan satu kertas kecil mirip tanabata.
Yuto menjumputnya.
Maaf,
rasa ini masih ada. Aku ternyata masih menyukaimu. Tetapi aku ingin melihat
adikku berbicara denganku. Ah, memang adikku itu sangat cantik sekali, jadi
tidak salah kalau kau mencintainya…
Hari
ini, senin telah memendungkan hatiku. Hahahaha… berlebihan! Hiperbola!
Yuto
membaca tulisan itu. Ia membulatkan matanya. Ia mengenal tulisan itu. Di
awal-awal menjadi teman di kelas 2, ia sering belajar bersama dengan pemilik
tulisan itu. Seorang gadis yang selalu protes karena diri Yuto yang tinggi
duduk di depan gadis itu saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,
menghalangi pandangan. Gadis itu memiliki tulisan yang indah hingga Yuto
tertarik dengan gadis itu karena tulisan indahnya itu, di samping karena
kepediamnya gadis itu. Tapi rasa tertarik itu tidak pernah menggetarkan hati
Yuto sampai Yuto melihat bahwa adik gadis itu jauh lebih cantik.
Nozomi…???
Yuto
meremas kertas itu, tidak menyangka bahwa permasalahan Nozomi dan Sayumi karena
diri Yuto. Cinta segitiga oleh dua orang bersaudara.
Naik
turun nafas Yuto, ia merasa telah memecah keakraban hubungan adik kakak itu.
Tetapi
pada kenyataannya, hubungan yang sebenarnya adik kakak itu memang tidak baik
meski Yuto tidak hadir. Yuto hanya tidak tau saja sisi lain Sayumi yang sengaja
disembunyikannya demi mendapat perhatian orang. Rasa sombong akan kecantikannya
itulah yang membuat Sayumi buta hati.
No comments:
Post a Comment