Banner Berjalan

404971_345096865504973_71222061_n" />" />" /> 1486731_771977172816938_752997885_n" />" />" /> 1385824_718599168154739_53178612_n" />" />" /> 1374918_717877041560285_1336157337_n" />" />" />

Friday, August 19, 2016

Part 8 : Tulisan Nozomi (That's What Make You Beautiful)

Keributan kembali terjadi. Tetapi ayah dengan Sayumi. Masih bersitegang karena barang-barang Nozomi tidak juga dimasuki ke kamar. Sayumi mengusir Nozomi dari kamar. Terpaksa, ayah menyuruh Nozomi tidur bersama ibu. Dan ayah sendiri, tidur di luar.
Tidak ada obrolan antara ibu dan Nozomi saat tidur berdua. Keduanya masih tidak habis pikir dengan Sayumi yang keterlauan. Sifat dan karakter buruknya tidak didapat dari ayah ibu. Ayah dan ibu mengira bahwa sifat diturunkan dari geng, berarti bisa saja dari semisal kakek, nenek atau paman dan bibi.
Nozomi memiliki bibi yang merupakan kakaknya ibu, karakternya persis seperti Sayumi, tetapi Sayumi lebih parah. Ibu akhirnya membicarakan itu sebelum menjelang tidur. Nozomi yang malas membicarakan keburukan orang, meminta ibu supaya tidak perlu membahas hal buruk menjelang tidur. Namun permintaannya itu malah dibalas jahil ibu. Nozomi dijahili kembali ibu, menggodai Nozomi yang telah kalah dari Sayumi yang telah memiliki pacar.
Nozomi pun memilih tidur dengan perasaan yang ‘baik-baik’ saja. Sebab ia tidak mau terbawa perasaan mengenai Sayumi yang sudah pacar dan pacarnya itu orang yang disuka Nozomi. Nozomi mengontrol otaknya supaya lebih fokus pada tawa ibu. Tidur bersama ibu menjadi menyenangkan. Tersenyum, meski senyum itu hanya untuk menipu diri supaya menerima kenyataan Yuto dan Sayumi.
>>>のぞみ<<<
Keesokannya, senyum itu terus dibawanya. Senyum itu tidak akan dirusaknya. Ia pergi sekolah pagi-pagi sekali, ia tidak mau matanya bertemu dengan mata sinis Sayumi. Headset di telinga yang terhubung dengan mp3 yang dibawanya menambah suasana hatinya menjadi lebih cerah, meski sekali lagi itu hanya untuk menipu perasaannya. Semua lagu yang diputar adalah lagu barat dengan nuansa ceria bahkan memancing siapa pun yang mendegarnya untuk berjoget.
Nozomi, ia tipikal yang tidak bisa diam kalau mendengar musik. Untuk itu ia langsung melepaskan suaranya begitu tiba di kelas. Bernyanyi adalah pilihannya dalam pengalihan perasaannya. Kala sedih, ia akan memutar lagu semangat dan lagu ceria. Sangat dihindarkan lagu cinta-cintaan meski itu lagu barat. Nozomi memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik, jadi ia paham. Tetapi menyanyi-nyanyi itu hanya dilakukannya di rumah, sebab ia masih begitu sangat malu untuk memamerkan suaranya.
Sembari menyapu, sesekali ia berjoget sesuai lagu yang dibawa, berlagak seolah-olah seorang artis yang sedang di atas panggung. Kegiatan bersih-bersih kelas seorang diri itu terasa begitu menyenangkan dirasainya.
Siapa pun akan terkejut bila melihat sisi lain Nozomi itu. Nozomi sang pendiam bahkan bisa dibilang ratu pendiam di kelas, ternyata memiliki kemampuan untuk bernyanyi. Apes, saat lagu terganti otomatis, ia menangis karena terbawa perasaan. Lagu itu tentang kisah cintanya. Tidak mau semakin terbawa suasana hati, ia langsung menggantinya. Lagu rock. Saat tidak sengaja berjoget, ia melihat seorang teman sekelas yang menganga melihatnya.
Morikawa Aoi. Dia menjadi anak kedua yang datang ke kelas. Terlihat, tangannya membawa sebuah gitar. Nozomi langsung bersikap normal setelah dipandang Morikawa. Malu. Dimatikannya music di mp3nya. Lalu ia bersikap biasa saja, menyapu.
Morikawa tertawa melihat reaksi Nozomi yang ketahuan bersuara indah itu. Morikawa mendekati Nozomi, merebut sapu itu, meminta Nozomi bernyanyi kembali. Tetapi Nozomi menggeleng enggan, ia masih sangat malu. Morikawa mengangguk-angguk, paham dengan malunya Nozomi.
Sebuah ide muncul, Morikawa merebut sapu dari tangan Nozomi dan meletakkan sapu itu di sudut ruangan. Saat banyak anak-anak sekelas baru datang, Morikawa menarik tangan Nozomi setelah melempar tas ke bangkunya. Morikawa hanya membalas sapaan teman-temannya yang menyapa, sekilas. Tangannya masih memegang gitar. Morikawa hanya tersenyum saat ditanya teman-teman untuk apa ia membawa gitar.
“Kita mau kemana?” tanya Nozomi saat Morikawa mengajaknya berjalan cepat ke atas.
“Bantu aku!” begitu jawab Morikawa, membingungkan bagi Nozomi. Tetapi Nozomi tidak lagi bertanya karena pensaran. Sampai mereka tiba di atap sekolah.
“Kenapa kita di sini? Aku harus bantu apa untuk Aoi?”
“Ayo, duduk!” Morikawa mengajaknya duduk. Nozomi mengikuti.
“Lalu?” Nozomi sudah duduk.
“Ayo bernyanyi, aku bawa gitar. Kamu malu kan?”
“Eh?”
“Aku bisa liat kamu punya bakat yang terpendam! Tidak disangka, kamu sependiam ini memiliki suara emas!” Morikawa terlihat antusias. “Kebetulan sekali, aku bawa gitar!”
“Nah, kamu kenapa bawa gitar?”
“Tadinya mau ajak anak-anak sekelas nyanyi kalau bosen. Tapi, aku udah kepincut suaramu. Ayo, bernyanyi. Kalau aku mendengarnya tidak apa kan? Kau hanya malu dengan banyak orang kan?”
Nozomi menurunkan pandangannya. Ia bernyanyi tadi bukan untuk kesenangan. Tapi untuk mengalihkan perasaannya. Tentu tidak mungkin ia menerangkan demikian, itu masalah pribadi. Melihat wajah Aoi kembali, Nozomi mencoba mengikuti senyum itu. Kali ini ia tidak akan berpura-pura pada dirinya, ia akan bernyanyi, melepas semuanya.
“Kamu bisa mainkan gitar untuk lagu apa?” Nozomi bertanya dengan senyum yang tulus, karena bersyukur Aoi telah tanpa sadar sedang menghiburnya.
“Kamu bisa apa?”
Nozomi mengangguk-angguk, ia lalu memasangkan headset ke telinga Aoi. Sebuah lagu dari mp3 disetelnya. Itu lagi yang ceria. Aoi menyanggupinya. Mulailah ia memainkan gitar.
Nozomi malu-malu, memancing dirinya bernyanyi. Disingkirkanya pikirannya bahwa ia sednag bersama orang selain orang rumah, yang ada di pikirannya adalah bagaimana hatinya merasa bahagia kini. Ia bernyanyi, dan Aoi bermain gitar.
Begitu seterusnya berganti-ganti lagu sampai Nozomi bisa menikmatinya dan Aoi juga menikmati kehangatan ini. Baru sadar bahwa Nozomi si pendiam itu teman yang menyenangkan.
Saat bel masuk berbunyi, lagu dan gitar dihentikan. Mereka segera turun sambil tersenyum dan tertawa. Mengetahui Aoi ini bisa nempel ke siapa pun, mudah dekat dengan siapa pun, Nozomi meminta supaya Aoi jangan beritau dulu mengenai diri Nozomi yang suka bernyanyi. Aoi pun menepati janji itu.
Waktu itu, hati Nozomi sudah bisa mengenal rasa senang meski ia masih bisa melihat Yuto di kelas. Kedekatan Nozomi dan Aoi membuat anak-anak sekelas penasaran, termasuk Yuto yang mengetahui kemarin Nozomi menangis.
>>>のぞみ<<<
Berawal dari keisengan. Lama-lama bernyanyi dan bergitar bersama terus dilakukan Nozomi dan Aoi setiap jam istirahat setelah sebelumnya mereka menikmati bekal mereka. Teman-teman yang penasaran dengan mereka, ada yang mengikuti ke atas. Suara Nozomi ketahuan. Nozomi pun ditagih bernyanyi di kelas karena mata-mata yang penasaran dengan Nozomi dan Aoi yang selalu berdua itu menyebarkan tentang suara merdu Nozomi.
Tetapi Nozomi tidak pernah mau memperdengarkan suaranya. Ia malah sedang mengkondisikan dirinya karena itu artinya Yuto akan mendengarnya. Sementara, ingat Yuto maka ia perasaannya akan kelabu. Terlebih belakangan ini, ia dan Sayumi sudah tidak lagi bicara sejak Nozomi tidur dengan ibu. Nozomi sudah tidak lagi tau perkembangan kisah cinta Yuto dan Sayumi. Begitu juga Yuto yang ternyata tidak lagi berbicara dengannya, seperti menjauhi.
Melihat Nozomi yang tertekan itu, Aoi meminta supaya tidak memaksa Nozomi. Nozomi hanya bisa bernyanyi bila bersama Aoi. Karena Nozomi pemalu akut, maka temanteman sekelas yang mengikuti Nozomi dan Aoi tiap ke atap, hanya bisa mengintip seraya merekam video kegiatan mereka. Aoi yang mengetahui itu, meminta untuk tidak menyebarkannya karena Nozomi masih belum bisa siap terbuka perihal suara emasnya. Akhirnya video itu hanya untuk kesenangan pemiliknya saja dan beberapa temannya saja.

Ketika Nozomi dan Aoi sedang dekat-dekatnya, Yuto dan Sayumi malah sedang menjalani hubungan yang rumit sebagai orang yang berpacaran.
Sayumi tidak pernah bercerita mengenai dirinya yang ternyata memang tidak sebaik fisiknya. Ia malah mengatakan hal-hal buruk mengenai Nozomi. Membuat Yuto semakin tidak senang, dan yakin bahwa hubungan adik kakak Nozomi dna Sayumi memang tidak baik. Hubungan baik yang selama dikenal banyak anak-anak di sekolah itu ternyata hanya tipuan. Tapi untuk apa? begitu pikir Yuto.
Merasa tidak ada keterbukaan, belum lagi Nozomi juga tidak mau terbuka, Yuto memutuskan untuk memutus hubungan dengan Sayumi. Meski tidak tega dengan airmata Sayumi, tetapi kata-kata putus itu telah keluar. Yuto butuh keterbukaan, tetapi yang didapatkan adalah keabu-abuan. Kecewa, pada Sayumi sebagai sang pacar dan kecewa pada Nozomi yang merupakan kakak sang pacar yang juga temannya.
Kabar putus itu tidak pernah terungkap sampai Sayumi kedapatan jalan dengan anak cowok lain. Barulah anak-anak di sekolah baru tau bahwa Yuto dan Sayumi sudah putus. Para gadis gatal langsung berlomba merebut Yuto untuk menjadi pacar mereka. Tetapi Yuto tidak bisa lekas membuka hati untuk gadis lain sampai ia mendapat penjelasan atas hubungan Nozomi dan Sayumi. Parahnya, Yuto juga tidak bisa mendekati Nozomi karena Nozomi selalu bersama Aoi dan selalu terlihat ceria.
Hingga sekolah mengadakan bunkasai, kerjasama seluruh anak-anak di sekolah bahkan guru-guru sangat mendukung berhasilnya bunkasai itu. Saat menyiapkan bunkasai untuk kelas masing-masing itulah, Yuto menemui Nozomi, berbasa-basi menanyai kabar sampai menanyai Sayumi, lalu hubungan sebenarnya Nozomi dengan Sayumi.
Wajah Nozomi langsung berubah dari biasa saja menjadi muram saat membahas Sayumi. Ia langsung menghindar, berpura-pura misalnya ingin ke toilet atau mencari sesuatu untuk bunkasai. Dugaan Yuto semakin bula akan hubungan buruk kakak adik itu, bila melihat wajah muram Nozomi.
Dan bunkasai berlangsung. Semua pengunjung adalah para siswa-siswi dari sekolah lain yang diundang. Berbagai pertunjukkan, lomba, dagangan, parody, drama, rumah hantu, band dan lainnya. Anak-anak di kelas atas mulai membuang-buang kertas saat menonton pertunjukkan lawak di lapangan tengah. Sampah berserakan.
Yuto berada di lapangan menonton aksi lawakan yang sebenarnya telah memancing senyumnya tetapi hatinya tetap  resah. Lalu ia merasa bosan, dan akan ke gedung sekolah. Saat para anak-anak di lantai atas yang membuang-buang kertas-kertas yang sudah disobek itulah, Yuto menemukan satu kertas kecil mirip tanabata. Yuto menjumputnya.
Maaf, rasa ini masih ada. Aku ternyata masih menyukaimu. Tetapi aku ingin melihat adikku berbicara denganku. Ah, memang adikku itu sangat cantik sekali, jadi tidak salah kalau kau mencintainya…
Hari ini, senin telah memendungkan hatiku. Hahahaha… berlebihan! Hiperbola!
Yuto membaca tulisan itu. Ia membulatkan matanya. Ia mengenal tulisan itu. Di awal-awal menjadi teman di kelas 2, ia sering belajar bersama dengan pemilik tulisan itu. Seorang gadis yang selalu protes karena diri Yuto yang tinggi duduk di depan gadis itu saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, menghalangi pandangan. Gadis itu memiliki tulisan yang indah hingga Yuto tertarik dengan gadis itu karena tulisan indahnya itu, di samping karena kepediamnya gadis itu. Tapi rasa tertarik itu tidak pernah menggetarkan hati Yuto sampai Yuto melihat bahwa adik gadis itu jauh lebih cantik.
Nozomi…???
Yuto meremas kertas itu, tidak menyangka bahwa permasalahan Nozomi dan Sayumi karena diri Yuto. Cinta segitiga oleh dua orang bersaudara.
Naik turun nafas Yuto, ia merasa telah memecah keakraban hubungan adik kakak itu.

Tetapi pada kenyataannya, hubungan yang sebenarnya adik kakak itu memang tidak baik meski Yuto tidak hadir. Yuto hanya tidak tau saja sisi lain Sayumi yang sengaja disembunyikannya demi mendapat perhatian orang. Rasa sombong akan kecantikannya itulah yang membuat Sayumi buta hati.

No comments:

Post a Comment