Kertas
itu ditulis pada hari senin. Senin yang mendung. Hari setelah semalam ayah
mengizinkan putri-putrinya pacaran. Kertas yang diambilnya dari robekan kertas
di buku tulis, sebelum Yuto melihat airmata itu.
Kini
Nozomi mengkhawatirkan kertas itu. Pada hari bunkasai itu, ia dalam keadaan tersenyum memandang kertas yang
sengaja disimpannya itu. Perasaannya yang sudah membaik sejak bersama Aoi,
membuatnya tidak lagi memusingkan Yuto dan Sayumi meski ia tidak membohongi
diri bahwa ia memang masih suka. Ia mengira ia sudah baik-baik saja. Saat semua
anak-anak membuang-buang potongan kertas yang disobek ke bawah, Nozomi tidak
melakukannya. Nozomi hanya membuang kertas yang disimpannya itu bersamaan
dengan semua potongan kertas dilempar ke bawah.
Tetapi
kini ia takut. Ia baru menyadari kebodohannya. Seharusnya ia robek kecil-kecil
kertas itu, tetapi malah membuangnya dengan utuh. Ia khawatir, kertas itu ada
yang menemukannya. Bagaimana kalau Yuto? Lalu bila Yuto menemukannya, bagaimana
Yuto hafal tulisan Nozomi?
Meski
tidak tertulis ada tulisan ‘Nozomi 2B menyukai Yuto 2B’, tetapi Nozomi khawatir
juga. Tapi segera Nozomi memilih pikiran lain bahwa kemungkinan Yuto yang
menemukan adalah kecil. Sebab ada banyak kertas, kecil kemungkinan bahwa Yuto
akan menemukannya.
Dua
pikiran berlomba-lomba, yang satu menakuti-nakuti Nozomi, yang satu menghibur
Nozomi bahwa kertas itu tidak akan mungkin ditemukan Yuto. Tidak, Nozomi tidak
bisa lagi mengkompromi lagi, hanya bernyanyi menjadi pengalihanya. Saat ia dan
Aoi di atap lagi, Nozomi bernyanyi dengan lagu biasa. Ia yang biasanya duduk,
kini malah berdiri dan menyertai joget seusai lagunya yang heboh. Aoi yang
menyukai ‘kegilaan’ Nozomi, ikut berdiri, berjoget bersama sambil memainkan
gitar.
Suara
merdu Nozomi tidak lagi hanya diketahui anak-anak kelas 2B. Perlahan-lahan,
anak-anak kelas lain mulai mengetahuinya. Untuk kali pertama, Nozomi
memberanikan diri bernyanyi di kelas, tentu saat Yuto tidak ada. Demi
mengelabui perasaannya, ia bertindak seperti bukan Nozomi.
Nozomi
tidak lagi pendiam, ia menjadi gadis yang ceria dan suka menyapa teman di
sekolah. Luwes dan supel. Berteman dengan Aoi, membuat Nozomi tertular disukai
teman-teman lainnya. Sampai pada akhirnya Nozomi menikmati dan menyukai dirinya
yang baru itu, ia sudah berani
bernyanyi meski ada Yuto. Anak perempuan, laki-laki menyukainya.
>>>のぞみ<<<
Yuto
melihat, Nozomi sudah ‘lebih baik’. Nozomi tidak lagi menjadi pendiam.
Kadang-kadang kata-kata luzu keluar drai mulut gadis yang memiliki tulisan
indah itu. Ya, Yuto menyimpan kertas itu. Entah untuk apa dan entah sampai
kapan. Ia merasa semua belum selesai. Ia tidak menyangka, ia putus dengan
Sayumi, tetapi juga putus dengan Nozomi.
Meski
Nozomi sudah disukai banyak teman, Yuto melihat Nozomi kini bukan lagi
Nozomi-nya lagi. Entah kenapa, semua terasa garing dan hambar. Tetapi ia tidak
bisa melakukan apa-apa selain bersyukur karena Nozomi sudah bisa memancing
senyumnya meski senyum itu bisa saja kepalsuan.
Resah
memikirkan semua, membuat teman-teman terdekatnya heran. Sampai Yuto yang tidak
terbiasa bergaul dengan anak-anak berandal¾kecuali saat jam
pelajaran berlangsung karena duduk di sekitar anak-anak berandal¾Yuto
mencoba bergaul dengan mereka, ingin tau dunia mereka.
Pertemanan
itu terlihat biasa saja oleh teman-teman yang lain. Bahkan sampai Yuto sudah
menggaet pacar baru, ia tetap terlihat biasa. Namun, yang keheranan diantara
teman-teman lain timbul karena tersebar bahwa pacar Yuto tidak hanya satu.
Salah seorang teman yang telah menjadi saksi mengatakan bahwa Yuto yang bersama
pacarnya dihampiri seorang gadis lain dengan berurai airmata. Gadis yang baru
datang itu mengucap sesuatu panjang lebar, hingga keluar kata ‘putus’. Kabar
bahwa Yuto playboy pun tersebar. Yuto
telah menyandang status buaya darat. Beberapa penggemar perempuan di sekolahnya
kecewa dan mulai berkurang. Sementara beberapa lainnya tetap mengincar Yuto
bahkan ada yang rela dijadikan pacar ke sekian.
Nozomi
sangat menyayangkan hal itu. Ia tidak mengerti apa yang telah membuat Yuto
menjadi berubah menjadi demikian. Apakah karena Sayumi? Apakah sampai
sebegitunyakah pengaruh Sayumi terhadapnya? Begitu pikir Nozomi.
Nozomi,
ia baru tau bahwa Yuto dan Sayumi sudah putus dari kabar playboy-nya Yuto. Sayumi tidak pernah cerita apa-apa lagi. Sejak
kejadian di taiikukan, Nozomi dan
Sayumi sudah jarang berbicara. Dan Nozomi masih tidur dengan ibu. Sayumi
terang-terangan memberi jarak permusuhan, tidak peduli dengan ayah ibu. Tetapi
di depan umum, tetap Sayumi bermuka manis mesk bersama Nozomi.
Sempat
terpikir untuk menghampiri Yuto, ingin mendekati dan menjalin pertemanan
seperti sedia kala, tetapi ia takut akan menyesal.
Ia lalu tetap seperti ini, bersama Aoi. Bernyanyi di atap, bahkan anak-anak
lain meski dari luar kelas, Nozomi sudah berani memamerkan suaranya.
Kepura-puraan
terhadap perasaannya itu terus dilakukannya sampai tiba masa ujian. Libur
kenaikan kelas pun memisahkanya dengan Aoi dan teman-teman, termasuk dengan
Yuto. Menunggu tanggal yang ditentukan sekolah, baru mereka kembali masuk
sekolah.
No comments:
Post a Comment