Banner Berjalan

404971_345096865504973_71222061_n" />" />" /> 1486731_771977172816938_752997885_n" />" />" /> 1385824_718599168154739_53178612_n" />" />" /> 1374918_717877041560285_1336157337_n" />" />" />
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, October 16, 2013

Air yang Gagal

Adakah salju yang mengamuk?
Entahlah...
Tapi dia bukan salju
Dia hanya mencoba menjelma menjadi air...
Tapi apa daya...
Bahkan Ia menginginkan kematian itu atau sebuah penjara
dari pada menjumpainya yang tiada sadar sebagai munafik...
Ia menginginkan salah satu dari kelenyapan itu...

Karena kesesakan yang dirasa lebih mencenderunginya…

Monday, September 9, 2013

Aku ini Embun


Aku ini embun
Embun yang masih mengharapkan daun
Walau telah dibuang

Aku ini Embun
Embun yang seharusnya berterimakasih pada daun

Aku ini embun
Embun yang tidak bisa membenci daun

Aku ini embun
Embun yang sudah kotor diantara lumpur

Aku ini embun
Embun yang masih ingin bersandar pada daun...

Terima Kasih yang Tak Sampai

Sepatah kata pun tak bisa
Menyebut nama pun tak mampu
Mengingat pun terasa parau
Uantaian hanya belaka
Namun tiap jarum jam seakan hikmah

Tanpa lambaian kita tak bersua
Tak ada benang yang menjahit waktu lagi
Dan berakhir tanpa terima kasih
Hanya diiringi sang abu-abu
Tapi kehangatan itu masih dirindui

Sunday, July 7, 2013

Penantian yang Kosong

Hanya ditemani sepi dalam keheningan
Dalam penantianku yang sangat kosong
Langit pun menertawaiku
Namun bumi iba padaku
 Aku yang bodoh mencoba menatap ke depan
 Sama sesakali tidak ada sosok
 Mungkin diri ini butuh pengibaan
 Hingga gejolak emosi pun bicara

Sunday, June 23, 2013

Kabut di Kelas


ada kabut di kelasku...
tak ada yang mau memapahku...
aku yakin ini bukan karma...
tapi memang aku diperlakukan demikian...

adakah seseorang di sana?
ibakah ia pada dua orang yang tercekik oleh para lembaran hijau?
diri ini menginginkan kelenyapan kabut itu...
namun, hanya Tuhan yang tahu cara memusnahkannya...

Sunday, May 27, 2012

Shinitai

Tidak terasa aku akan meninggalkan dunia ini
Haruskah aku berterima kasih pada-Nya karena aku sudah mengenalmu, dunia?
Tidak hanya aku, tapi yang lain juga
Meraka juga akan meninggalkan dunia

Tidak pernah terpikirkan olehku
Apakah aku akan mengenangmu hai dunia bila aku sampai di akhirat nanti?

Apakah yang ku sayangi akan menangisiku?
Masih pantaskah aku ditangisi?
Atau bolehkah aku dicintai?

Umur memang tidak pernah ada yang tahu
Tapi aku bisa merasakan sang Izrail
Sang Izrail yang selalu melangkah ke arahku tiap waktu
Semuanya memang terasa fana
Bila kita tahu berapa kali langkah Izrail ke arah kita...

Tuesday, January 10, 2012

Selancar Kehidupan

Ambillah olehmu
Mantapkanlah hatimu
Abaikan gentarmu
Nikmatilah tantangan mata angin

Hadapilah gulungan ombak itu
Tidak baik olehmu terayu ombak dan gumpalan hitam nan keras
Jangan sedikitpun kau berniat pantang
Buatlah air mata kebahagiaan

Pelit Sedunia

Pelit Sedunia?
Pada saudaranya yang tercekik dalam kehausan...

Wednesday, September 14, 2011

Bungkam

Mereka bisa melihat raga ini
Namun aku merasa sudah tak ada
Aku  sudah mati dalam khayalanku
Namun nafas ini masih terasa

Angin enggan mengelusku
Bangunan di sekitarku mengejekkku
Bisikan bumi yang membantu, sulit ku mengerti
Matahari hanya iba padaku
Setetespun tak ada yang menolongku

Aku merasa aku hanya makhluk yang terpencil di dunia ini
Dimanapun tak ada yang tahu aku
Aku hanya tulisan pensil yang mudah dihapus
Hingga keinginanku yang sebenarnya, tak mau orang lain tahu

Hati ini selalu berucap
Namun ada yang menahan suara
Aku seperti makhluk yang ditakdirkan
untuk bungkam

Aku hilang, nyawaku telah mati
Tidak ada yang bungkamkan aku
Tapi aku merasa itu harus,
entah apa itu

dan aku begitu galau
di usiaku yang masih sejengkal
untuk apa aku di dunia ini
dan siapakah aku...

Tuesday, May 17, 2011

Inilah Indonesiaku

Laksana surga yang tidak pernah tandus
Dengan air bening yang tidak pernah mengeruh
Semua bangsa iri akan kekayaanmu
Indonesia yang selalu hijau dengan zamrudnya

Surga ini selalu jadi rebutan
Rebutan dari tangan-tangan asing
Namun yang bernafas didalamnya
Selalu akan menggegammu

Walau badai pernah menerpamu
Hidup mati para pendekar bangsa
Akan mempersembahkan darah ini untukmu
Agar mereka tahu, inilah Indonesia