Banner Berjalan

404971_345096865504973_71222061_n" />" />" /> 1486731_771977172816938_752997885_n" />" />" /> 1385824_718599168154739_53178612_n" />" />" /> 1374918_717877041560285_1336157337_n" />" />" />

Sunday, June 23, 2013

Kabut di Kelas


ada kabut di kelasku...
tak ada yang mau memapahku...
aku yakin ini bukan karma...
tapi memang aku diperlakukan demikian...

adakah seseorang di sana?
ibakah ia pada dua orang yang tercekik oleh para lembaran hijau?
diri ini menginginkan kelenyapan kabut itu...
namun, hanya Tuhan yang tahu cara memusnahkannya...

JUMP Market


ini dia fanfic gadungan. kenapa gadungan?karena sebelumnya aku belum mengenal fanfic dan iseng bikin beginian. langsung aja ya, karena ini hanya ide konyolku....


JUMP Market

       Ada sebuah pasar, namanya Pasar JUMP. Karena namanya JUMP, maka setiap makhluk yang bergerak yang ada di sana melompat-lompat. Menurut hasil penelitian, magnet bumi di seitar pasar JUMP market selalu labil. Kadang kuat dan kadang lemah magnetnya itu. Oleh karena itu penduduk yang ada di sana sering melompat bersamaan.
       Pada suatu hari, ada penjual aneh yang membuat pedagang lain heran. Namanya Hikaru.

Hikaru : "Iya, enggak dijual-jual, sama sekali nggak dijual, nggak boleh dilit apalagi dipelototin!"

Begitu ucapannya setiap ada pembeli yang melewati tempat dagangannya sambil memukul-mukul dagangannya berupa baju-baju. Kata-katanya itu membuat semua orang-orang heran. Tapi Pak HIkaru cuek dan banyak yang mengira Ia bercanda.
Datanglah seorang Bapak bersama dua anak lelakinya.

Hikaru : "ngapain Bapak ke sini?"
Yuto    : "Saya mau beli, pak, baju baut anak saya."
Hikaru : "Isi daftar hadir dulu."

Yuto dan dua anaknya, Chii dan Ryu isi daftar hadir.

Yuto    : "Kok pake daftar hadir sih pak?kayak mau ke undangan aja..."
Ryu     : "Ayah-chan, aku mau baju itu..."
Chii     : "Apaan sih Ryu, aku dulu! dari tadi aku liatin baju ini tau!"

Pentung! Yuto menjitak Ryu dan Chii hingga muncul hansaplas di permukaan kulit mereka.

Yuto    : "Pak, saya mau baju yang dipegang sama anak saya ini
Hikaru : "Pak, bapak dengar saya nggak?Saya gak jual baju ini!"
Yuto    : "loh?trus ngapain Bapak di sini trus majang baju-baju ini?"
Hikaru : "tadi kan saya bilang,'nggak dijual-nggak dijual, nggak diliat apalagi dipelototin!'"
Chii     : "yaudah, pak. Kalo nggak dijaul, berati boleh beli dong?"
Hikaru : "bener juga ya...eh enggak enggak!tadi saya ngomong apa?nggak dijual berarti nggak dibeli!"
Ryu     : "yaudah ayah-chan, kita ke mbak itu aja yuk!"
Hikaru : "sana pergi!orang gak dijual! ngotot lagi tuh!"

Inoo    : "Iya, mau beli apa, pak?"
Yuto    : "eh?Jeng Kei?"
Inoo    : "eh?abah Yuto?"
Chii     : "eh?orang ini siapa, ayah-chan?"
Yuto    : "gak tau, sok kenal aja! Hahahahahaha"
Inoo    : "mau beli apa, pak?"
Yuto    : "ada yang gak ada nggak?"
Inoo    : "eh, ada. berapa butir?"
Yuto    : "Hitotsu o kusadai!"
Chii dan Ryu : " 'kusadai' ?"
Ryosuke       : "jeng kei, ada promag gak?"
Inoo    : "adanya panadol, mau?"
Ryosuke       : "oh..anmum juga gak apa-apa kok. lagi flu nih..."
Yuto, Chii dan Ryu : "Hah?!"
Daiki    : "jeng, ada obat nyipitin mata nggak?"
Inoo    :  "matamu kan udah sipit..."
Daiki    : "eh...ngebelo'in mata!"
Inoo     : "oh...ada. nih..."
Daiki    : "arigata...."
Yuto    : " 'arigata'? "
Inoo    : "Iya, sejak pindah dari sunda, dia jadi suka merubah 'o' menjadi 'a'. Kayak Tokyo jadi Takya..."
Ryu     : "aneh...kok orang di sini aneh semua sih"
Chii     : "Ayah-chan, kita pulang yuk!"

Tiba-toba Keito dan Hikaru bertarung...
Karena Keito ingin beli baju dangan Hikaru, tapi dilarang Hikaru.

Hikaru : "lubang angin!"
Keito   : "bau! iya! perkenalkan jurus terbaruku, jurus tanpa jurus!"

Lalu Yabu dan Yuya datang meliput pasar JUMP. Namun, karena jurus Hikaru sungguh bau, membuat seisi pasar pingsan. Barulah Hikaru sadar. Dan Ia baru mengatakan, "Iya, dijual-dijual!" Saat semuanya pingsan...

Sunday, June 2, 2013

Newbie>>>_Part 1

Tittle : Newbie
Casts : Takaki Aiko, Takaki Yuya, Watanabe Mayu, Kojima Haruna, Nakajima Yuto, Chinen Yuri, Inoo Kei, Yaotome Hikaru, Yamada Ryosuke dan Arioka Daiki, Murakami Aiko.
Genre : SciFi
Author : Nadia Rahmandani
Type : Berbagai Shoot aja lah




Tek tek tek tek
      Tidak berkedip. Jari-jari ini begitu lihai dan cepat mememainkan mouse dan keyboard. Sepasang mata bola seakan mau keluar dari cangkangnya. Pikiran pun mempengaruhi jantung untuk berdetak lebih cepat. Panik.
      "Ara....Blogku dihack...!!!" Akhirnya sebuah kalimat keluar juga dari mulutku.
      Kecewa...aku tidak menyangka akan ada hacker yang tertarik dengan akunku. Apa yang membuatnya tertarik untuk mencuri akunku?Tapi aku merasa sedikit aneh saat air mataku jatuh. Huft!
      "Aichan?Kamu nangis?" Aku terperanjat begitu Yuya nii muncul tiba-tiba.
      "doushite?" Yuya nii mendekatiku, perlahan duduk di sampingku dan menghapus air mataku. Aku tersentuh. Aku pun bersandar dalam pelukannya dengan manja. "Yuya nii...blogku dihack..."
      "Hm..."Aku berharap dia mengeluarkan kata-kata nasehat dari mulutnya. "Hm..maksudnya apa ya?" Gubrak!
      Aku langsung menjauh darinya. "Enggak...enggak apa-apa!" Aku kecewa. Ah! Dia tidak pernah berubah. Yuya nii terlihat cemberut begitu melihat wajahku yang kesal. Ia terlihat bingung. Tiba-tiba wajahnya ceria..."Mayuyu wa?" 
Ah! Aku sudah menduga dia akan menanyakan itu lagi! Memang sih, dia sedang jatuh cinta dengan Watanabe Mayu, teman sekelasku. Bahkan mereka sudah berpacaran. Tapi hanya sebatas status di facebook. Kenyataannya mereka tidak pernah bertemu. Makanya Ia sangat ingin bertemu langsung pujaan hatinya. Tapi, sejak itu dia jadi lupa terhadapku, adiknya sendiri!!!
      Aku langsung menatapnya kesal. " niichaaaaaan!!!!! Aku tuh kena musibah! blogku dihack! kok malah nanyain si Watanabe sih! Uh!" Yuya nii hanya membisu dalam rasa bersalah yang sebenarnya sering Ia lakukan. Segera saja aku bawa laptopku dan melesat dari ruang makan menuju kamarku. Brank!!!!! Ku banting pintuku. Lalu aku kembali meratapi blogku sambil memegang layar laptopku. "Blogku....hiks....hiks..."

*******


     Suara keributan yang menyebalkan itu begitu nyaring terdengar dari perpustakaan ini. Aku kesal, karena hal itu mengganggu konsentrasi belajarku untuk menghadapai ujian. Sebenarnya pikiranku sudah terbelah oleh nasib blogku yang dihack. Seorang siswa masuk. Wajahnya terlihat panik saat bersandar di pintu. Lalu Ia mengunci pintu. Penjaga Perpustakaan yang sedang duduk meliriknya dengan tatapan yang menyudut. Aku hanya melihat percapakapan mereka dari sudut perpustakaan sambil memegang buku. Obrolan mereka tidak begitu jelas ku dengar. Tapi dari ekspresi penjaga perpustakaan itu, aku melihat Ia seperti mengangguk mengerti. Segera saja Ia keluar dan terdengar Ia sedang mengusir para biang berisik di luar perpustakaan. Belakangan aku tahu namanya, Kojima Haruna. Ia terkenal sangat galak dengan tatapan tajamnya, tapi Ia sangat cantik.
      Setelah suasana agak hening, Kojima Sensei kembali ke kursinya dan membaca majalah. Sementara siswa tadi tetap di tempat sambil melihat-lihat perpustakaan dan mengintip-ngintip beberapa buku. Aku tahu dia. Dia ini teman yang juga tetangga Watanabe Mayu, teman sekelasku. Nakajima Yuto namanya. Aku tidak tahu bagaimana  dia. Tapi begitu banyak siswi yang tergila-gila padanya dan berambisi untuk bisa menjadi pacarnya. Menurutku itu  ambisi yang aneh. Memang sih Nakajima ini lumayan tampan. Tapi tidak ada yang lebih tampan bagiku dibanding blogku....Oh blogku yang malang...
      Saat aku membolak-balikkan bukuku, Nakajima berjalan di belakangku. Memang, beberapa langkah di belakangku ada rak buku. Entah mengapa Aku merasa Ia sedang berada tepat di belakangku persis dan melirik apa yang aku kerjakan. Aku pun menoleh dengan cepat dan langsung terperanjat begitu dia langsung bicara, "tumben, gak bawa laptop?"
      Aku hanya menghela nafas dan mengabaikannya. Aku agak kesal. Dia dengan tiba-tiba berdiri di belakangku dan mengagetkanku dengan pertanyaannya. Aku hanya menatapnya dengan jutek begitu Ia duduk di samping sambil bilang 'sumimasen'. Ah, ngapain juga dia duduk di sampingku!
     "Hajimemashite, Nakajima Yuto desu."
     Diam sebentar. "Aiko. Takaki Aiko!"
     Aku agak risih kalau ada orang yang duduk di sebelahku saat aku sedang belajar atau sibuk. Tapi wajahanya seakan ingin mengungkapkan sesuatu. Aku tahu. Dia seperti ingin bertanya. Ah, Aku tidak peduli. Aku acuhkan saja perhatianku pada buku ku. 
     "Ohayou!!!!" Chinen datang dan kaget begitu aku sedang bersama 'orang asing'. Ya, asing bagiku. Kebetulan sekali Chii datang dan spontan aku membalasa sapaannya,"Chii!". Sementara di saat bersamaan, Nakajima membalas "Ohayou" sambil tersenyum. Chii masih terlihat heran. Ia pin melihat aku dan Nakajima secara bergantian. MUngkin Ia berpikir 'sejak kapan seorang Aiko dekat dengan si tiang listrik bin bambu ini????'
      "Nakajima kun?"
       Nakajima langsung nyengir sambil melambaikan tangganya a saat Chii menyapanya. Chii langsung uduk di depanku. “bagaiman blognya?” Chii langsung bertanya tentang nasib blogku. Aku cemberut.
       “Chii...aku galau...gimana nih?!padahal sekarang lagi ujian...” 
        Chii ikut cemberut untuk menghiburku berharap aku terhibur dangan raut wajahnya. “Yah..
       “kamu pengen nanya pelajaran komputer lagi ya?” tanya ku mengalihkan pembicaraan.
       “udah, gak usah dulu. Tunggu kamu baikan aja...” Chii tahu kalau aku tidak konsentrasi mengajar saat pikiranku sedang gundah.
       “Ehem...ehem...” Kojima sensei mendehem keras sambil melotot kami satu per satu.

*** *** ***