Hari ketiga ujian ini aku benar-benar lancar saja. Setiap
mengerjakan soal, aku selalu terburu-buru agar bisa memikirkan blog
lagi. Sepulang sekolah itu aku pergi ke toko buku bersama Chinen dan
Watanabe. "Ini buku-buku hackernya!" seru Watanabe sambil mearik tanganku. Aku tidak mengedip pada buku-buku yang diraihnya itu.
"Waw! Ini dijual?" tanya Chii yang menyusul kami.
"Udah ya. Aku sama Chii ke tempat penjepit rambut!" Segera Watanabe menarik tangan Chii yang masih tidak mengalihkan pandangannya pada buku-buku hackernya. Mereka pun lenyap dibalik rak-rak penjepit rambut. Sesekali sosok-sosok itu muncul. Sementara aku dapat memilih buku mana saja yang ingin ku beli. Rasanya, aku ingin membeli semuanya tapi aku harus memeriksa tiap 'komposisi' nya. Segara aku beranjak ke kasir setelah ku putuskan buku mana saja yang akan ku beli. Entah mengapa hatiku saat ini sedang berbisik bahwa inilah solusi yang tepat.
"Waw! Ini dijual?" tanya Chii yang menyusul kami.
"Udah ya. Aku sama Chii ke tempat penjepit rambut!" Segera Watanabe menarik tangan Chii yang masih tidak mengalihkan pandangannya pada buku-buku hackernya. Mereka pun lenyap dibalik rak-rak penjepit rambut. Sesekali sosok-sosok itu muncul. Sementara aku dapat memilih buku mana saja yang ingin ku beli. Rasanya, aku ingin membeli semuanya tapi aku harus memeriksa tiap 'komposisi' nya. Segara aku beranjak ke kasir setelah ku putuskan buku mana saja yang akan ku beli. Entah mengapa hatiku saat ini sedang berbisik bahwa inilah solusi yang tepat.